14 November 2016

TENTANG WANITA
===============

Wahai wanita,
jika engkau terlambat menikah, maka ingatlah kisah Saidatina Khadijah r.ha, yang sentiasa bersabar hingga mendapat suami terbaik di muka bumi,dikatakan diantara pandangan ulama pada ketika usianya 40.

Wahai wanita,
jika engkau tidak menikah, maka ingatlah kisah Saidatina Maryam, yang sentiasa gigih berjuang, hingga Allah mengangkat darjatnya di dunia dan akhirat.

Wahai wanita,
jika engkau memiliki suami yang buruk perangainya, maka ingatlah kisah Saidatina Asiah isteri Firaun, yang tetap tabah memegang iman, hingga Allah janjikan kepadanya istana di syurga.

Wahai wanita,
jika engkau dimadu, tidak memiliki keturunan atau menjadi janda, maka ingatlah bahawa Saidatina Aisyah r.ha telah mengalami itu semua, namun Allah tetap menguatkannya, menolongnya dan memuliakannya.

Wahai wanita,
jika engkau telah diceraikan suamimu, maka ingatlah firman Allah, "Jika keduanya bercerai, maka Allah akan memberi kecukupan kepada masing-masing dari limpahan kurniaanNya, dan adalah Allah Maha Luas (kurniaanNya) lagi Maha Bijaksana."

Wahai wanita,
jika engkau adalah seorang ibu, maka syurga anak-anakmu berada di telapak kakimu dan jika engkau adalah seorang anak, maka engkau dapat menjadi pelindung kedua orang tuamu dari api neraka dan jika engkau adalah seorang isteri, maka engkau adalah anugerah terindah yang pernah dimiliki oleh suamimu.

Wahai wanita,
dengarlah agamamu, yang telah bercerita kepadamu dengan sebaik-baik cerita untuk bekalan hidupmu.

Wahai wanita,
dengarlah agamamu, yang telah memuliakanmu, menghargaimu dan mengangkatmu maka ikutilah segala jalan, yang telah ditunjukkan oleh agamamu.
Hanya Allah Maha Mengetahui

Perkara Yang Benar.

29 Januari 2016

Awesome...



Terangi malamku dengan syair indahmu
menenun kasih dalam sepi yang terasing
saat kau pergi
lemasku bila tiadamu
jauh...
terbawa lukisan hatimu
hilang...
mencari di mana kau pergi
tinggal aku menahan luka ini
sampai harusku pergi
engkau bagaikan bintang-bintang
di angkasa
hanya mampu melihat kamu yang terbiar
walaupun sakit
walaupun pedih tak berdaya
berjalan tenang menghampiri persisiran
melakar namamu di sisir pasir pantai
pastinya hilang
tidak rasaku kepadamu...
jauh...
terbawa lukisan hatimu
hilang mencari di mana kau pergi
tinggal aku menahan luka ini
sampai harusku pergi
jauh...
terbawa lukisan hatimu
warna
pelangi hiasan terindah
hati ini tak akan terbahagi
sampai harusku pergi
menuju aku kepadamu jadi sati
meraih kasih kita...